Advertising

just reading and reading to Be Great

Thursday, December 22, 2016

KLASIFIKASI MORFOLOGI DAN EKOLOGI BATANG BAMBU

Tanaman Bambu (Bambusa Vulgaris)

Klasifikasi
Kingdom               : Plantae
Subkingdom          : Viridiplantae
Infra kingdom        : Streptophyta
Superdivisi            : Embriophyta
Divisi                    : Tracheophyta
Subdivisi               : Spermatophyta
Kelas                   : Magnoliopsida
Ordo                    : Poales
Famili                   : Poaceae
Genus                  : Bambusa
Spesies                : Bambusa Vulgaris

Morfologi Batang
Tinggi tanaman bambu  sekitar 0,3 m sampai 30 m. Diameter batangnya 0,25-25 cm dan ketebalan dindingnya sampai 25 mm. Pada bagian tanaman terdapat organ-organ daun yang menyelimuti batang yang

disebut dengan pelepah batang. Biasanya pada batang yang sudah tua pelepah batangnya mudah gugur. Pada ujung  pelepah batang  terdapat perpanjangan tambahan yang berbetuk segi tiga dan disebut subang yang biasanya gugur lebih dulu. (Anonim, 2016).

Ekologi
Tanah yang terlalu lembang atau genangan air merupakan masalah pada bambu dan dapat meningkatkan serangan jamur. Drainase yang layak merupakan prioritas ketika air mempengaruhi pertumbuhan bambu.

Temperatur tergantung dari kerimbunan daun bambu atau pohon lainnya di hutan campuran. Bambu yang tumbuh di kemiringan tinggi harus naik lebih tinggi (biasanya tumbuh lebih lurus) untuk mendapatkan

tambahan sinar matahari. Bambu tumbuh pada berbagai jenis tanah, tapi bambu simpodial tropis yang banyak digunakan untuk keperluan konstruksi lebih menyukai tanah yang kaya akan unsur organik. Berbagai

bambu tumbuh lebih baik/jelek tergantung pada topografi. Beberapa jenis baik pada permukaan rendah, kaya akan lumpur yang selalu memiliki kadar air tinggi.

0 komentar:

Post a Comment